BERSATU MEMBANGUN BANGSA

  • Bagikan

kupas.news

(Sudirman)

Apa kabar teman-teman? Api kabar kolpah piwari? Tidak terasa besok kita sudah memasuki tanggal 28 Oktober 2022. Tahukah teman-teman bahwa setiap tanggal 28 Oktober kita memperingati hari apa? 

Betul sekali! Kita memperingatinya sebagai hari sumpah pemuda. 

Dulu, pada tanggal 28 Oktober 1928 para pemuda kita dari berbagai utusan daerah menginisiasi untuk berkomitmen bertanah air satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia dan berbahasa satu bahasa Indonesia. Mereka rela melepaskan sekat-sekat kedaerahan demi bersatu padu berikrar bersama untuk mempertahankan dan membangun negeri ini.

Para pemuda kita saat itu sadar bahwa dengan bersatu, kita menjadi kuat dan dapat menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama. Kita tahu, saat itu kita masih dijajah oleh Belanda dan sekutunya, tanpa persatuan kita tidak dapat mengalahkan mereka. Dengan modal keberanian, persatuan, strategi, niat yang kuat, disertai pertolongan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, akhirnya para penjajah dapat kita usir dari negeri ini. Penjajah pergi, dan sekarang berkat persatuan dan kesatuan, negeri ini bisa membangun ke arah yang lebih baik.

Baca Juga :   Minyak Kelapa, Solusi Atasi Kelangkaan Minyak Goreng Sawit

Poin penting yang ingin disampaikan pada setiap momen sumpah pemuda adalah, yuk kita utamakan persatuan dan kesatuan di atas kepentingan pribadi dan golongan! Kerjasama dan kolaborasi sangat penting dalam mewujudkan cita-cita para pendahulu kita sehingga kita terus maju dan terpacu menuju negeri yang baldatun thoyyibatun warobbun ghafur.

Perbedaan itu mah biasa, Allah aja bikin kita dari sononya udah beda kok! Coba perhatikan wajah-wajah setiap kita pasti berbeda bukan? Belum lagi suara, latar belakang, ekonomi, pendidikan, budaya, jenis kelamin, agama, suku, dan lainnya. Intinya secara fisik, non fisik dan lingkungan kita memang udah berbeda kok. Tugas kita adalah saling melengkapi dan bekerjasama dalam setiap perbedaan itu. Perbedaan adalah rahmat kok, bukan untuk menjadi bahan permusuhan, pertengkaran, apalagi peperangan. Bukan zamannya lagi memperbesar perbedaan, dan memusuhi yang beda dengan kita. Oke?

Baca Juga :   KETUA CABANG GMNI OKU TIMUR BUNG BUDI MENOLAK WACANA PERPANJANGAN MASA JABATAN KEPALA DESA 9 TAHUN

Perbedaan adalah sunnatullah, justru karena berbeda itulah hidup jadi indah. Jadikan perbedaan itu sebagai semangat untuk  berlomba-lomba dalam kebaikan. Berlomba-lomba dalam meraih ridho Allah bukan malah mengundang murkanya Allah. Siap? 

OKU Timur

27-10-2022

  • Bagikan