GURU DAN KEPALA SEKOLAH WAJIB MELAKSANAKAN PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DI SEKOLAH

  • Bagikan

kupas.news

Disdikbud OKU Timur pada tahun 2022 ini mencoba membuat inovasi terbaru  pada proses  penguatan moderasi beragama di sekolah dengan menggandeng beberapa pihak yang konsen dan mefokuskan diri kepada bidang penguatan moderasi beragama tersebut.

Terbaru, adalah pelaksanaan simposium nasional pendidikan yang akan di gelar pada tanggal 10 Desember 2022 kegiatan ini diinisiasi oleh beberapa teman media cetak dan insan pers yang konsen dengan pentingnya penguatan moderasi beragama di lingkungan Pendidikan khususnya di sekolah.

Pelaksanaan simposium nasional yang mengambil tema “Pendidikan Moderasi Beragama dalam Bingkai Budaya “ akan mengahdirkan pembicara 

Bupati OKU Timur, Kepala kejaksaan negeri OKU Timur, kepala kantor kementrian agama OKU Timur serta mengundang praktisi Pendidikan dari Balai Guru Penggerak dan Balai Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.

Baca Juga :   Penuh Keceriaan, Ratusan Anak Ikuti Lomba TK-PAUD Piala KSB Kecamatan Semendawai Suku III 

Ketua pelaksana kegiatan Elvandri Jefriadi, S.Kom mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan insiatif Bersama antara dinas Pendidikan dan beberapa teman media yang konsen dan merasakan bahwa penguatan moderasi beragama harus secepatnya disosialisasikan sekaligus dikuatkan dalam praktik pembelajaran di sekolah.

“Kita tidak ingin nantinya negara dan daerah kita tercinta terpecah belah karena perbedaan keyakinan dan paham paham tertentu, Maka dengan kondisi di atas kami berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan ini pada tanggal 10 desember 2022 di belitang, kami menggandeng dinas Pendidikan dan kebudayaan sebagai mitra dalam kegiatan ini” ucapnya

Wakimin, S.Pd. M.M. Kepala dinas Pendidikan kabupaten OKU Timur mendukung kegiatan ini dilaksanakan, program moderasi beragama pada sekolah sejalan dengan program Kemendikbudristek yang mengedepankan nilai-nilai toleransi dalam dunia pendidikan, moderasi beragama merupakan salah satu modal yang perlu dimiliki setiap individu dalam menjalankan peran sosial di tengah masyarakat yang multikultural.

Baca Juga :   Lembaga Adat Usulkan Masjid Apung Pada Bupati Oku Timur

“Indikator moderasi beragama ada empat hal, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan penerimaan terhadap tradisi. Nilai toleransi merupakan bagian penting dari moderasi beragama, karena kita hidup di sebuah alam yang transnasional dan bergerak sedemikian rupa karena itu diharapkan kita memiliki pondasi yang kuat,” ujar mantan kepala dinas pemudah olahraga tersebut.

Saya mengintruksikan kepada para guru untuk terlibat langsung secara aktif dalam kegiatan ini baik sebagai peserta maupun pembicara, karena dinas Pendidikan juga mengundang 10 guru untuk menjadi pemateri dalam simposium nasional yang baru kali ini dilaksanakan di OKU Timur. Pungkasnya

(Red)

  • Bagikan