Peringati Tahun Baru Hijriah, Warga Margorejo Gelar Tradisi Baritan

  • Bagikan

kupas.news

Warga Desa Margorejo Kecamatan Semendawai Suku III Menggelar Tradisi Baritan dalam rangka memperingati tahun baru hijriah atau 1 Suro dalam bulan Jawa. Tradisi Baritan ini pelaksanaannya di simpang empat atau simpang tiga jalan. Jumat (29/7/2022)

Menjelang Magrib, sekitar pukul 17.00 WIB warga mulai berdatangan sambil membawa takir, yakni makanan tradisional yang diwadahi daun pisang yang dibentuk kotak persegi. Dan di setiap ujung takir ini diselipkan sepotong janur kuning.

Takir ini adalah simbol masyarakat yang memanjatkan doa harapan pada Tahun Baru Hijriah, serta adanya janur kuning ini menjadi wujud tunas baru (muda) dari pohon kelapa yang dijadikan sebagai simbol harapan baru dan kehidupan baru di tahun baru Islam bisa segera tercapai.

Baca Juga :   Akun Hoax Bertebaran Warga Tak perlu Resah, Polisi Himbau Agar Lebih Bijak Gunakan Medsos

Jumlah takir yang dibawa saat baritan ini menyesuaikan jumlah anggota keluarga. Jika di dalam rumah itu ada empat orang, maka takir yang dibawa baritan juga empat takir. Takir kemudian ditata berjajar di atas tikar yang telah digelar di jalan.

Saat semua hadir dan takir tertata rapi, lantunan doa mulai dipanjatkan. Doa dipimpin tokoh masyarakat setempat.

Setelah itu, takir yang dibawa ini ditukar-tukar dengan milik warga yang lain, Lalu setelah itu, biasanya takir dimakan bersama-sama dilokasi dan ada juga yang dibawa pulang dan dimakan bersama–sama oleh keluarga masing-masing dirumah.

(Red)

  • Bagikan